PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) tandatangani kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng) akhir Januari 2026 untuk asuransi kredit KUR dan asuransi umum bagi 278 ribu UMKM di Kalteng, fokus sektor pertanian, perkebunan, dan penyangga IKN.
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto sebut sinergi ini tingkatkan percaya diri bank salurkan kredit dengan proteksi risiko produksi hingga operasional. Diskusi di Jawa11 ramai dukung langkah inklusif ini, tapi kritik muncul soal efektivitas serupa kerjasama sebelumnya yang klaim tingkatkan penyaluran tapi NPL UMKM tetap 3,2% karena literasi rendah dan klaim rumit.
Skema Proteksi Ganda
Asuransi Kredit KUR lindungi bank dari gagal bayar, sementara asuransi umum tutup risiko aset dan logistik IKN penyangga. Target kontribusi ratusan ribu UMKM naik skala, tapi analis soroti premi mahal jadi beban usaha mikro yang margin tipis.
Potensi Ekonomi Kalteng
278 ribu usaha mikro Kalteng potensi Rp2 triliun kredit tahunan jika risiko terkelola, dukung transformasi IKN. BPD Kalteng optimis ekspansi pembiayaan produktif, meski tantangan distribusi asuransi ke pedalaman krusial.
Tantangan Inklusi Riil
Meski komitmen kuat, literasi asuransi UMKM nasional baru 15% dan proses klaim butuh 90 hari. Tanpa pelatihan intensif dan premi mikro, program ini berisiko jadi formalitas BUMN tanpa sentuh akar rumput.